Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2020

Pengertian Penelitian Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Macam - Macamnya

Manusia sebagai makhluk hidup yang di lengkapi dengan akal fikiran dan nafsu, sering menghadapi masalah seperti kesadaran atas kemampuan, pemahaman, dan pengetahuan yang terbatas, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, permasalahan - permasalahan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan adanya metode untuk menyelesaikan masalah - masalah tersebut. 


Dalam metode ilmiah, suatu kebenaran yang absolute dan dapat dijadikan sebagai solusi masalah diatas adalah kebenaran yang dihasilkan dari kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian yang dilakukan secara sistematis dan terencana yang di dasarkan pada data empiris akan menghasilkan ilmu pengetahuan baru yang dapat dijadikan solusi menghadapi masalah - masalah yang di hadapi oleh manusia.

Pada umumnya, kebenaran yang di dapat melalui kegiatan penelitian (metode ilmiah) bersifat konsisten, karena sesuai dengan sifatnya yang obyektif. Oleh karena itu, penelitian merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia.

Pengertian Penelitian Adalah 

Pengertian Penelitian Adalah

Dalam sebuah definisis, penelitian berasal dari terjemah kata bahasa inggris yaitu "research". Kata tersebut sebenarnya tersusun dari dua unsur kata yaitu "re" yang bermakna kembali, dan "to search" yang berarti mencarai. Berdasarkan susunan dua kata tersebut dapat difahami bahwa kegiatan mencari kembali suatu kebenaran disebut sebagai kegiatan reasearch yang umum diartikan dengan penelitian.

Pengertian penelitian adalah proses pencarian sebuah kebenaran tentang suatu fenomena permasalahan yang dilakukan secara sistematis, tersetruktur, dan harus dapat dipertanggung jawabkan. Atau dengan kata lain, penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan dalam mengungkap suatu kebenaran. Hasil dari penelitian dapat dianggap sebagai teori atau ilmu pengetahuan yang baru.

Melakukan suatu hal yang positif tentunya di dasari atau tujuan yang positif juga, begitu juga kegiata penelitian. Tujuan penelitian adalah mengungkap kebenaran yang seharusnya terjadi sesuai dengan norma - norma, aturan - aturan, dasar teori, asas kebaikan, dan lainnya guna memberikan informasi ilmu pengetahuan yang lebih baik. 

Banyak manfaat yang dihasilkan dari kegiatan penelitian ini. Tidak hanya dalam pengembangan dunia pendidikan saja, namun juga meningkatkan kualitas berbagai macam bidang seperti ekonomi, hukum, sosial, dan lain sebagainya. Dalam kegiatan penelitian yang demikian diperlukan yang namanya metode yang disebut dengan metode ilmiah. Maka dengan begitu kegiatan penelitian disebut dengan penelitian ilmiah.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

Kegiatan penelitian telah lama dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Oleh karena itu telah banyak perkembangan dalam dunia penelitian. Begitu juga konsep dan definisi penelitian itu sendiri. Selain dari definisi penelitian yang telah disbutkan diatas, terdapat beberapa definisi penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, seperti di bawah ini:

1. Parson

Parson menganggap penelitian sebagai aktifitas pencarian atas sesuatu (inkuiri) secara sistematis melalui fokus bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengungkap pemasalahan yang dapat dipecahkan.

2. John

John mendefinisikan penelitian sebagai kegiatan pencarian fakta melalui penggunaan metode objektif yang jelas (sistematis dan struktur) guna mengungkap hubungan antara fakta dan menghasilkan dalil atau hukum tertentu yang kemudian dianggapnya sebagai teori.

3. Woody

Woody menggap penelitian adalah metode khusus untuk eksplor sebuah pemikirian kritis. Dia menggap bahwa penelitian meliputi redefinisi terhadap masalah, menduga (membuat hipotesa), dan mengujinya untuk menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.

4. Donald Ary

Donald Ary merupakan seorang peneliti senior di zamannya, dia menganggap bahwa penelitian adalah implementasi pendekatan ilmiah (implementation of scientific approaches) terhadap suatu fenomena permasalah untuk memperoleh informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Hill Way

Hill Way mendefinisikan penelitian sebagai metode studi. Dimana dalam pelaksanaanya harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan mendalam, baik dalam segi fakta maupun dari segi sumber data atas fenomena permasalahan tertentu yang berguna untuk membuat solusi atas suatu masalah.

6. Winarno Surachmand

Winarno Surachamnd mendefinisikan penelitian sebagai aktifitas ilmiah yang berguna untuk mengumpulkan pengetahuan baru yang bersumber dari fakta dan fenomena permasalahan, dengan fokus pada penemuan prinsip-prinsip umum, serta membuat pendugaan yang bersifat generalisasi diluar sampel yang diselidiki.

7. Soetrisno Hadi

Soetrisno menggap penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran tentang suatu fenomena permasalahan, usaha tersebut dilakukan dengan menggunakan metode penelitian ilmiah.

8. Cooper & Emory

Cooper & Emory menganggap penelitian sebagai suatu proses identifikasi penyelidikan secara sistematis yang fokus pada penyediaan informasi sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah.

9. Suparmoko

Suparmoko mendefinisikan penelitian sebagai upaya yang secara sadar dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui fakta-fakta baru sebagai salah satu media untuk menyalurkan hasrat ingin tahu yang dimiliki oleh manusia.

Sikap dan Cara Berpikir Peneliti


Diatas sudah dijelaskan bahwa kegiatan penelitian harus dilakukan secara sistematis, terstruktur dan harus dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, ada babapa sikap dan cara berfikir yang baik dan harus di miliki oleh seorang peneliti. Adapun sikap yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh seorang peneliti adalah sebagai berikut.

Sika-Sikap Seorang Peneliti 

  • Objektif, artinya seorang peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dengan fakta yang ada di lapang (objek objek penelitian). Hal ini dianggap penting dalam penelitian, karena untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, maka seorang peneliti harus bekerja sesuai data dan fakta dan bukan atas apa yang peneliti inginkan yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadapkeabsahan hasil penelitiannya (tidak boleh subjektif). 
  • Kompeten, artinya seorang peneliti harus mengetahui, cakap, dan memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode penelitian ilmiah sesuai dengan bidangnya. 
  • Faktual, artinya dalam melaksanakan kegiatan penelitian, peneliti harus mengacu pada data empiris yang bersifat faktual atau fakta yang sebenarnya terjadi, bukan berdasarkan opini pribadi maupun orang lain, harapan, atau anggapan yang bersifat abstrak. Kemudian, seorang peneliti juga harus mampu berfikir kristis atas permasalahan dan tegas dalam melaksanakan tugas penelitiannya. 

Cara Berpikir Seorang Peneliti 

Cara berpikir yang diharapkan dari seorang peneliti adalah sebagai berikut:
  • Skeptis, artinya seorang peneliti diharuskan bersikap untuk selalu mempertanyakan sesuatu hal yang masih bersifat abstak, baik itu fakta ataupun bukti yang akan menunjang suatu pernyataan (tidak mudah percaya)
  • Berpikir Analis, artinya seorang peneliti diharuskan untuk selalu melakukan analisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi secara sistematis dan terstuktur menggunakan metode analisis yang sesuai.
  • Berpikir Kritis, artinya seorang peneliti harus sigap dan segera merespons sebuah pemikiran atau teorema yang diterimanya dari awal hingga akhir kegiatan. Respon tersebut meliputi kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis dan tersetruktur.

Tujuan Penelitian 

Pada umumnya di dalam sebuah laporan penelitian seperti skripsi, thesis, dan disertasi terlihat bahwa tujuan penelitian cukup mirip dengan rumusan masalah. atau dengan kata lain, tujuan penelitian merupakan pengulangan rumusan masalah, hanya saja dirubah awalanya, yang mula kalimat tanya berubah menjadi kalimat aktif biasa. 

Namun jika permasalahannya lebih kompleks lagi, maka melalui tujuan penelitian inilah sebuah permasalahan akan menjadi lebih jelas, tegas, dan dapat memberikan arah yang akan mempermudah pelaksanaan sebuah penelitian. 

Tujuan penelitian memiliki kaitan erat dengan rumusan masalah. Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya bahwa rumusan masalah menentukan segalanya, baik itu tujuan penelitian, hipotesis, metode analisis data, pembahasan, dan pembuatan kesimpulan akhir. Dilain dari pada itu, tujuan penelitian haruslah di susun dengan baik dan memenuhi prinsip di bawah ini :
  • spesifik, 
  • terbatas, 
  • dapat diukur, 
  • dan dapat diperiksa  
Tujuan akhir dari sebuah penelitian adalah untuk memberikan informasi baru atau pengetahuan baru tentang suatu permasalahan melalui metode - metode ilmiah yang sistematis dan tersetruktur, serta dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

Jika ditinjau dari banyaknya rasa ingin tahu manusia, maka tujuan penelitian pun dapat bercabang dan beranak pinak. Tidak ada seorang pun yang mampu mengajukan semua pertanyaan dan menyelesaikannya sampai akhir. Maka, diperlukan adanya pembatasan - pembatasan tujuan penelitian. Oleh karena itu, Terdapat bermacam tujuan penelitian yang ditinjau dari segi usaha untuk membatasi ini, yaitu:

1. Eksplorasi 

Seringnya seorang penenliti melaksanakan kegiatannya karena untuk bereksplorasi atau dengan kata lain disebut dengan menjelajah suatu hal yang baru. Penliti melakukan eksplorasi memiliki beberapa alasan yang mendasar, yaitu :
  • Memuaskan rasa ingin tahu dan ingin lebih memahani secara mendetail,
  • Menguji kelayakan pendugaan sementara yang sudah pernah ia buat dan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam,
  • Mengembangkan metode ilmiah yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan lebih lebih mendalam 
Hasil penelitian eksplorasi sering dianggap kurang memuaskan. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini tidak berujung, dan akan terus mempertanyakan hasil sampai detail paling kecil sekalipun. Hasil yang kurang memuaskan tersebut umumnya disebabkan karena masalah sampling yang kurang representative. Namun, perlu di sadari dan dimaklumi bahwa penelitian eksplorasi (penjelajahan) bermakna lain "Membuka Jalan", setelah terbukanya pintu, baru bisa dilakukan penelitian ebih dalam dan fokus. 

2. Deskripsi

Salah satu jenis tujuan penelitian yang umum dan sering digunakan oleh para peneliti adalah untuk mendeskripsikan suatu fenomena yang sedang terjadi. Penelitian dengan tujuan deskriptif berusaha untuk memberikan gambaran detail fenomena masalah yang sedang terjadi untuk kemudian klarifikasi, eksplorasi, atau konfirmasi melalui penggambaran sejumlah variabel yang berkenaan dengan fenomena masalah itu sendiri. 

Apakah ini mudah ? belum tentu, ada beberapa penelitian dengan tujuan demikian yang terbengkai. dan semoga anda beruntung.

3. Prediksi

Kemudian, penelitin juga sering yang bertujuan untuk memprediksi suatu permasalahan di masa yang akan datang menggunakan data - data saat ini dan data masa lalu. Penelitian dengan tujuan ini berusaha untuk mengindentifikasi hubungan yang memungkinkan kita untuk berspekulasi (menghitung) suatu variabel dengan mengetahui variabel yang lainnya. 


Prediksi sering kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan skor minimal tertentu—yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).

4. Eksplanasi

Penelitian eksplanasi berupaya untuk mengkaji hubungan sebab-akibat antara suatu fenomena dengan fenomena yang lain, baik itu dua fenomena atau bahkan lebih. Dalam hal ini, penelitian dengan tujuan eksplanasi sering digunakan untuk menentukan suatu eksplanasi tersebut valid ataukah tidak. Selain itu, penelitian demikian juga dapat mengetahui mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. contohnya adalah sebagai berikut:

Mengapa tanaman padi yang ditanam pada dearah X lebih banyak hasil panennya dari pada tanaman padi yang di tanama di daerah Y

Catatan: Jika ditinjau dari penelitian deskriptif, maka penelitian ini hanya menjelaskan secara singkat padi yang ditanam pada dearah X lebih banyak hasil panennya dari pada tanaman padi yang di tanama di daerah Y. 

Namun jika ditinjau dari penelitian eksplanasi, maka penelitian lebih menjelaskan “mengapa” (hubungan sebab-akibat) padi yang ditanam pada dearah X lebih banyak hasil panennya dari pada tanaman padi yang di tanama di daerah Y.

5. Aksi

Tujuan lain dari kegiatan penelitian yaitu aksi (tindakan). Penelitian dengan tujuan ini sering dilakukan melalui eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya. Hasil dari penelitian ini digunakan untuk solusi praktis dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Misalnya, orang akan lebih sehat saat makan nasi dari beras organik dari pada makan nasi dari beras biasa, masyarakat tetap mengkonsumsi nasi dari beras konvensional.

Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai solusi guna mengingatkan masyarakat untuk mengkonsumsi nasi dari beras organik. Ternyata dari beberapa solusi yang di tawarkan, hanya ada satu solusi ang dapat diterima. Maka dari hasil penelitian tersebut, disusunlah tindakan yang tepat sesuai dengan fenomena permasalahan.

Fungsi Penelitian 

Fungsi Penelitian

Fungsi penelitian adalah mencari sebuah solusi terhadap suatu permasalah yang dihadapi dengan memberikan beberapa kemungkinan - kemungkinan yang dapat digunakan. Namun, solusi yang di tawarkan dari kegiatan penelitian umumnya bersifat abstak dan umum sebagaimana yang telah dilakukan oleh para peneliti dasar (basic research) atau bahkan dapat lebih spesifik seperti penelitian terapan. Adapun beberapa fungsi dari penelitian itu sendiri adalah sebagai berikut.

1. Mendiskripsikan Suatu Informasi

Salah satu fungsi penelitian yang paling umum yaitu untuk mendeskripsikan fenomena, peristiwa, dan fakta yang terjadi. Bagaikan sebuah berita, laporan penelitian akan memaparkan secara detail sebuah permasalahan yang membutuhkan adanya solusi penyelesaiannya. Mengapa demikian ? karena fenomena permasalahan atau peristiwa yang terjadi, itu memerlukan perhatian untuk dilaporkan ke publik. Agar masyarakat tidak hanya bertanya - banya, namun mereka juga tahu dan faham juga apa yang harus mereka lakukan.

2. Menerangkan Fenomena

Berebeda dengan fungsi penelitian diatas, penelitian berfungsi menerangkan fenomena ini lebih menitik tekankan pada mengungkap pengungkapan peristiwa yang sudah terjadi apa adanya. Tidak hanya menyatakan apa yang terjadi tapi lebih dari itu, menerangkan peristiwa tersebut lebih lua, meliputi penyebabnya, apa dampaknya, siap yang terlibat, dan lain sebagainya. Dengan begitu, akan tampak hubungan suatu peristiwa dengan  hal - hal lainnya.

3. Meramalkan, Mengestimasi, dan Memproyeksi

Fungsi ketiga dari penelitian adalah untuk meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksi suatu fenomena permasalahan. Suatu hal yang terjadi kemungkinan memiliki data yang telah diketahui atau informasi penting yang bisa di dapat.  Kedua hal tersebut akan sangat berguna untuk memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi.

4. Mengendalikan Peristiwa 

Fungsi ini sebenarnya turunan dari fungsi sebelumnya. Dimana kita dapat mengendalikan suatu peristiwa baik itu yang sudah terjadi ataupun belum, setelah kita tahu dan telah kita prediksi, sehingga tindakan yang dihasilkan akan lebih efektif dan efisien. 

Melalui perencanaan yang sedemikian rupa, didasarkan hasil prediksi dan pengetahuan atas suatu fenomena, akan dapat memberikan rangkaian solusi tindakan yang dapat memecahkan masalah atau mempengaruhi variabel - variabel yang memiliki keterkaitan dengan peritiwa tersebut.

5. Menyusun Teori

Terakhir, fungsi penelitian adalah menghasilkan sebuah teori. Dari awal sampai akhir kegiatan penelitian berusaha memberikan informasi, solusi, prediksi, dan lain sebagainya adalah semata - mata hanya untuk menghasilkan teori baru yang dapat dipertanggung jawabkan. 

Mengapa perlu menyusun teori baru padahal sudah ada teorinya? jawababnnya adalah update teori yang lebih aplicaple untuk perkembangan dunia saat ini. Banyak penelitian terdahulu yang sudah lagi tidak dapat dijadikan sebagai acuan atau pedoman dalam memecahkan masalah saat ini. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian - penelitian yang lebih up to date. 

Macam - Macam Penelitian


Berdasarkan pada tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat dan lainnya, terdapat banyak macam macam penelitian dipilih oleh peneliti yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi Margono (2007).

Berdasarkan pernyataan diatas, sebelum penelitian melakukan kegiatan penelitiannya, maka ia harus menentukan bentuk, jenis, macam penelitian tertentu yang sesuai dengan bidang ilmunya. 
Berikut adalah ragam atau jenis penelitian berdasarkan kategorinya:

1. Penelitian Ditinjau dari Tujuan

Penelitian ditinjau dari tujuannya meliputi: 
  • Penelitian eksplanatif
  • Penelitian pengembangan
  • Penelitian verifikasi

2. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan

Penelitian ditinjau dari pendekatan meliputi: 
  • Penelitian longitudinal (pendekatan bujur) 
  • Penelitian cross section (pendekatan silang). 
Pendekatan longitudinal merupakan penelitian yang mengkaji perkembangan suatu fenomena permasalahan berdasarkan seluruh periode waktu, atau dengan meninjau proses data perkembangan yang panjang. dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data time series, misal data 1995 - 2021.

Penelitian cross section adalah penelitian yang hanya mengkaji perkembangan suatu fenomena permasalahan dalam satu periode waktu. dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data cross cection atau hanya satu satuan waktu saja, misal tahun data 2021

3. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu

Penelitian ditinjau dari bidang ilmu disesuaikan dengan jenis spesialisasi dan interest. Ragam penelitian ini antara lain:
  • Penelitian di bidang pendidikan, 
  • Penelitian di bidang kedokteran, 
  • Penelitian di bidang pertanian, 
  • Penelitian di bidang perbankan, 
  • Penelitian di bidang ruang angkasa, 
  • Penelitian di bidang keolahragaan, 
  • Penelitian di bidang kontruksi
  • dan lainnya

4. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya

Penelitian ditinjau dari tempatnya meliputi:
  • Penelitian di laboraturium, 
  • Penelitian di perpustakaan dan 
  • Penelitian di lapangan (kancah).

5. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel

Penelitian ditinjau dari hadirnya variabel meliputi penelitian variabel masa lalu, sekarang dan penelitian variabel masa yang akan datang:
  • Penelitian deskriptif, Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi).
  • Penelitian eksperimen, Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap variabel masa yang akan datang (belum terjadi).

6. Penelitian Ditinjau dari Objektivitasnya

Berdasarkan objektivitasnya penelitian dibagi menjadi dua, antara lain:
  • Penelitian kuantitatif
  • Penelitian kualitatif 
Penelitian kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. 

Penelitian kualitatif menekankan bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh individu-individu.

Demikian ulasan artikel saya terkait dengan apa itu penelitian yang ditinjau dari berbagai macam aspek dan ilmu pengetahuan. Artikel ini saya tulis dari sumber buku bacaan pribadi dan beberapa pemahaman dasar pribadi saya. Jika ada yang ingin ditanyakan atau di koreksi silahkan ungkapkan melalui kolom komentar di bawah.
 
Baca selengkapnya

Kamis, 14 Mei 2020

Pengertian Hipotesis Adalah : Contoh, Jenis, Fungsi dan Cara Membuatnya

Saat menyusun sebuah laporan penelitian atau tugas akhir kuliah, sering kita di hadapkan dengan sistematika penulisan laporan tersebut. Dimana, ada beberapa aturan yang harus kita ikuti mulai dari tata bahasa, format, hingga susunan kerangka laporan penelitian.

Dalam laporan penelitian, terdapat beberapa komponen yang harus ada, yaitu judul penlitian, latar belakang yang menggambarkan fenomena masalah, rumusan masalah, penelian terdahulu, teori - teori terkait penelitian, hipotesis, metode , pembahasan, dan kesimpulan. Namun pada kesempatan kali ini kita fokus membahas tentang hipotesis.

Mungkin sering kita dengar istilah hipotesis dalam kehidupan sehari - hari. Namun, istilah hipotesis sendiri mutlak digunakan dalam penulisan laporan penelitian ilmiah. Keberadaannya pun menjadi suatu hal yang diwajibkan adanya (untuk metode analisi kuantitatif). Sebenarnya apa yang dimaksud hipotesis ? seperti apa contoh hipotesis?, apa fungsinya?

Pada kesempatan kali ini penulis akan berusaha untuk menjawab semua pertanyaan diatas dengan menggambarkannya melalui deskripsi singkat dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada para pembaca sekalian. Berikut adalah ulasannya.

Pengertian Hipotesis Adalah

Pengertian Hipotesis Adalah

Menurut bahasa, kata "Hipotesis" berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Hypo yang berarti "di bawah"; dan kata thesis yang berarti pendirian, pendapat yang ditegakkan, atau kepastian. Sedangkan secara istilah pengertian hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara yang perlu di uji kebenarannya.

Sementara hipotesis penelitian adalah kalimat dugaan sementara atas fenomena permasalahan yang dirumuskan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu yang perlu pembuktian (di uji) kebenarannya dengan menggunakan analisis - analisis ilmiah.

Dalam sebuah penelitian, hipotesis dapat dikatakan teruji (setelah di analisis) apabila tidak bertentangan dengan hipotesis yang telah disusun oleh penelti. Kemudian, hipotesis yang sudah terbukti kebenarannya dapat disebut sebagai teori. Pengujian hipotesis dilakukan melalui penggunakan metode analisis seperti eksperimen atau percobaan.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Menurut Singarimbun (1997), hipotesa adalah istilah ilmiah yang umum digunakan dalam dunia penulisan karya ilmiah, dimana dalam penyusunanya harus mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam kehidupan sehari-hari hipotesa ini juga sering disebut sebagai hipotesis, namun tidak ada perbedaan makna di dalamnya, sama - sama dianggap sebagai dugaan sementara.

Menurut Gay & Diehl (1992), hipotesis atau sering juga disebut dengan hipotesia merupakan statement berupa jawa sementara atas suatu masalah yang masih bersifat praduga yang harus dibuktikan kebenaranya melalui penelitian. Sementara hipotesis ilmiah berupaya untuk memberikan dugaan sementara terhadap suatu fenomena permasalahan penelitian.

Hioptesis yang telah disusun dapat dikatakan teruji dengan baik apabila hasilnya tidak bertentangan (masih memiliki hubungan) dengan hipotesis awal. Sebagai upaya menguji hipotesis yang telah disusun, peneliti berhak untuk sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut  eksperimen atau percobaan penelitian. Hasil dari percobaan atau juga disebut Hipotesis yang telah teruji kebenarannya dapat dikatakan sebagai teori (Uma, 1992).

Contoh: Jika siang hari awan berubah menjadi gelap, maka kamu dapat membuat kesimpulan (menduga - duga) berdasarkan pengalaman dan pengetahuanmu, bahwa sebentar lagi akan turun hujan (jika mendung, maka akan hujan). Sesaat kemudian ternyata hujan benar - benar turun deras, maka dugaan terbukti benar. 
Secara ilmiah, dugaanmu ini dapat dinyatakan sebagai hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru dan tidak tidak menjadi permasalahan.

Menurut seorang profesor dari universitas University of Glasgow Skotlandia, Mark Petticrew, dia menjelaskan bahwa Dalam kehidupan sehari - hari saat seseorang berfikir juga dapat disebut sebagai hipotesis, sebuah anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Hipotesis juga berarti sebuah statemen atau anggapan yang mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta terdapat hubungan tertentu. Anggapan tersebutlah yang kemudian akan membentuk suatu proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian.

Proses pembentukan hipotesis juga dapat disebut sebagai sebuah proses penalaran suatu fakta, dan harus melalui tahap-tahap tertentu. Hal ini sama hal ya dalam pembuatan hipotesis ilmiah, dimana dalam penalaranya harus dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah (Muri, 2007). Lalu kemudian, dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan satu tipe statement yang langsung dapat diuji melalui proses penelitian (Sanapiah, 2008).

Fungsi Hipotesis Penelitian


Sebagai elemen penting dalam penelitian, khususnya penelitian kuantitatif, tentunya terdapat fungsi-fungsi hipotesis yang mendasari asalan penggunaanya dalam sebuah peneleti.

Fungsi utama hipotesis penelitian yaitu sebagai pedoman yang dapat menunjukkan arah kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Namun, lain dari pada itu, terdapat beberapa fungsi lain yang juga harus kita ketahui, adalah sebagai berikut:

  1. Untuk Mengui Teori Terdahulu yang Sudah ada
  2. Mendorong Munculnya Teori Baru
  3. Menggambarkan Fenomena Permasalahan yang Berkembang
  4. Untuk Mengui Teori Terdahulu yang Sudah ada
  5. Mendorong Munculnya Teori Baru
  6. Pedoman dalam Penyusun­an Desain Ar Penelitian
  7. Menentuka Kriteria dalam Penyusunan Instrumen Penelitian
  8. Menetapkan Indikator dan Variabell yang Diukur
  9. Menentukan Teknik Analisis Data Penelitian
  10. Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.


Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian

Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian

Pada umumnya, hipotesis hanya terbagi menjadi dua macam, yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Dimana perbedaan dari kedua jenis tersebut terleak pada bentuk pengujiannya. Pengujian hipotesis penlitian lebih fokus terhadap apakah dugaan (hipotesis) yang dibuat benar terjadi pada sampel yang diteliti ataukah tidak. Jika benar dan terbukti terjadi pada sampel, maka hipotesis penelitian terbukti dan dapat dijadikan sebagai teori.

Sedangkan pengujian hipotesis statistik lebih fokus terhadap apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti pada sampel tersebut dapat menggambarkan populasi secara keseluruhan ataukah tidak. Namun sebenarnya keduanya hipotesis tersebut memiliki hubungan. Hal tersebut dikarenakan hipotesis statistik merupakan penjabaran dari hipotesis penelitian.

Kemudian hipotesis statistik dapat lebih di spesifikkan lagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan sudut pandang dalam penggunaan serta mempelajarinya. Jika di tinjau dari segi rumusan nya, maka hipotesis dibedakan menjadi dua yaitu :yaitu hipotesis nol (h0) dan hipotesis alternatif (h1) :

1.  Hipotesis Nol

Hipotesis nol (h0) adalah sebuah hipotesis yang bersifat negatif, dimana hipotesis ini berusaha untuk menyatakan tidak adanya hubungan (atau sejenisnya seperti perbedaan, interaksi, pengaruh, dll) antara suatu variabel penelitian dengan variabel penlelitian yang lainnya.

Keberadaan hipotesis nol di harapkan untuk di tolak (tidak diterima). atau dengan kata lain, hipotesis ini diformulasikan untuk ditolak dan tidak di benarkan.

Sehingga rumusan hipotesis nol yaitu:
  • Tidak ada perbedaan antara…dengan…dalam
  • Tidak ada pengaruh…terhadap

2. Hipotesis Alternatif 

Hipotesis alternatif (ha) juga sering disebut sebagai hipotersis kerja (h1), merupakan kebalikan dari hipotesis no. Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang bersifat positif, dimana hipotesis ini berusaha untuk menyakatakn adanya suatu hubungan (atau sejenisnya seperti perbedaan, interaksi, pengaruh, dll) antara suatu variabel penelitian dengan variabel penlelitian yang lainnya.

Keberadaan hipotesis nol di harapkan untuk di terima (tidak ditolak) setelah dilakukannya pengujian. atau dengan kata lain, hipotesis ini diformulasikan untuk diterima dan berharap untuk dibenarkan. Rumusan hipotesis alternatif (Ha) yaitu:
  • Ada perbedaan antara…dan…dalam…(hipotesis tidak terarah)
  • …lebih baik dari…(hipotesis terarah)
  • Ada pengaruh…terhadap…
  • Jika…maka

Berdasarkan proses dalam menyusunnya (proses pedekatannya), hipotesis penelitian di bedakan juga menjadi dua, yaitu hipotesis deduktif dan hipotesis induktif:

3. Hipotesis Deduktif

Hipotesis deduktif adalah hipotesis yang dihasilkan melalui pendekatan - pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik suatu dugaan atau kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Hipotesis deduktif sering digambarkan sebagai metode menyusun hipotesisn (pendekatan hipotesis) dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).

Pada dasarnya dapat kita fahami bahwa hipotesis lahir dari adanya sebuah teori, kemudian hipotesis tersebut diuji dengan dengan melakukan beberapa observasi (penelitian). Hasil penelitian tersebut lah kemudian digunakan untuk mengkonfirmasi teori awal yang semula dipakai untuk menghasilkan hipotesis dalam penelitian tersebut. Tahapan observasi yang demikian biasa disebut pendekatan ‘dari atas ke bawah’.

4. Hipotesis Induktif

Hipotesis induktif adalah hipotesis yang dihasilkan melalui pendekatan yang menekanan pada pengamatan terlebih dahulu, kemudian menarik kesimpulan (pendugaan) berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Metode yang demikian ini juga sering disebut sebagai pendekatan penentuan hipotesis atau kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to the general).

Singkatnya, hipotesis induktif adalah pendekatan yang dilakukan untuk membangun hipotesis berdasarkan hasil pengamatan lapang atau observasi. Pengamatan lapang yang dilakukan secara berulang akan membentuk pola tertentu yang kemudian pola tersebut melahirkan hipotesis sementara atau hipotesis tentatif.  Pendekatan yang demianlah sering disebut sebagai pendekatan ’dari bawah ke atas’.

Macam - Macam Hipotesis

Macam - Macam Hipotesis

Berdasarkan hubungan antara setiap variabel yang akan diuji dalam sebuah penelitia, terdapat tiga macam hipotesis, yaitu hipotesis deksriptif, komparatif, dan asosiatif. Ketiga jenis hipotesis tersebut dibedakan berdasarkan tingkat eksplanasi antar variabelnya. berikut adalah perbedaan lengkapnya.

1.  Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berkaitan dengan variabel tunggal, mandiri atau jumlahnya hannya satu. Sedangkan variabel mandiri disebut sebagai variabel yang tidak memiliki hubungan atau perbandingan dengan variabel lainnya. Oleh karena itu, variabel mandiri juga disebut sebagai variabel deskriptif yang mengharuskan menggunakan hipotesis deskriptif dalam penelitian kuantitatif.

Contoh Hipotesis Deskriptif seperti: misalnya ada seorang mahasiswa yang sedang meneliti sebuah merek saus tomat A yang beredar di pasar mengandung bahan kimia berbahaya ataukah tidak. Maka peneliti yang notabennya adalah mahasiswa tersebut menyususn sebuah rumusan masalah yang berbunyi : Apakah saus tomat merek A yang beredar di pasar mengandung bahan kimia berbahaya ?

Dalam rumusan masalah yangtelah di buat tersebut tampak bahwa variabel penelitian yang digunakan adalah variabel tunggal (mandiri), yaitu variabel saus tomat merek A. Berdasarkan variabel dalam rumusan masalah tersebut, maka hipotesis yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk menduga adalah hipotesis deskriptif.

Kemudian, terdapat dua pilihan yang dapat digunakan oleh mahasiswa tersebut yang sesuai dengan konsep teori yang digunakan (didasarkan pada teori dan penelitian terdahulu), yaitu :
  • h0 : Saus tomat A yang yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya
  • h1 : Saus tomat A yang yang beredar di pasaran tidak mengandung bahan kimia berbahaya

2. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah dugaan sementara untuk permasalahan yang bersifat komparasi atau membandingkan antara dua variabel atau lebih. Artinya, tidak hanya ada satu variabel dalam masalah penelitian tersebut. Oleh karena itu diperlukan hipotesis komparasi untuk pendugaan dalam penleitian tersebut.

Contoh hipotesis komaratif adalah sebagai berikut : Seorang mahasiswa pertanian ingin mengetahui adanya perbedaan antara hasil panen padi saat petani menggunakan pupuk A dan saat petani menggunakan pupuk B. Berdasrkan tujuan tersebut maka mahasiswa menyusun rumusan masalah seperti berikut : Apakah penggunaan keduanya pupuk tersebut (A dan B) mempunyai tingkat hasil panen yang sama atau berbeda.

Selanjutnya, dalam menyelesaikan permasalahan diatas diperlukan hipotesis komparatif atau perbandingan. Hal tersebut dikarenakan dalam penelitian tersebut terdapat perbandingan antara dua variabel yaitu hasil panen padi saat menggunakan pupuk A dan hasil panen padi saat menggunakan pupuk B

Kemudian, terdapat dua pilihan yang dapat digunakan oleh mahasiswa tersebut yang sesuai dengan konsep teori yang digunakan (didasarkan pada teori dan penelitian terdahulu), yaitu :
  • h0 : Hasil panen padi saat menggunakan pupuk A tidak berbeda Hasil panen padi saat menggunakan pupuk B
  • h1 : Hasil panen padi saat menggunakan pupuk A berbeda dengan Hasil panen padi saat menggunakan pupuk B

3. Hipotesis Asosiatif

Hipotesis Asosiatif adalah dugaan sementara terhadap permasalahan yang bersifat menanyakan hubungan (asosiasi) antara dua variabel atau lebih. Hampir sama dengan hipotesis komparatif, terdapat lebih dari satu variabel dalam penelitian. Namun, hipotesis ini hanya bertujuan untuk mengetahui hubungan atau bahkan pengaruh antar variabel satu dengan variabel lainnya.

Contoh Hipotesis Asosiatif adalah sebagai berikut : Seorang mahasiswa sedang melaksanakan penelitian, dia berusaha untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keparahan infeksi virus corona. Kemudian mahasiswa tersebut menyusun sebuah rumusan masalah sebagai berikut: Faktor - faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingkat keparahan infeksi virus corona ?

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti yang notabennya juga seorang mahasiswa berusaha untuk mengumpulkan informasi, teori, dan fakta untuk menyusun sebuah hipotesis (pendugaan).
Peneliti memperoleh beberapa teori dan data di lapang yang menginformasikan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan infeksi virus corona meliputi usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya

Dalam menyusun sebuah pendugaan (hipotesis) dalam penelitian tersebut, diperlukan hipotesis yang berfungsi untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih, tepatnya adalah hipotesis asosiatif. Kemudian terdapat dua opsi yang dapat dibuat oleh peneliti tersebut sesuai dengan konsep teori dan fakta di lapang, yaitu:
  • h0 :  Faktor usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat keparahan infeksi virus corona.
  • h1 : Faktor usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat keparahan infeksi virus corona.

Ciri - Ciri Hipotesis Penelitian yang Baik

Ciri - Ciri Hipotesis Penelitian yang Baik

Hipotesis penelitian dapat dikatakan sebagai hipotesis yang baik apabil di rumuskan dengan benar. Hipotesis yang buruk akan mengakibatkan hasil penelitian menjadi kabur, alias tidak jelas. Walaupun hipotesis tersebut sudah memenuhi syarat proporsional, namun jika hipotesis tersebut masih abstrak, jelas akan membingungkan prosedur arah penelitian dan sukra untuk di uji.

Oleh karena itu, hipotesis harus di sususn secara baik dan benar, setidaknya harus memenuhi beberapa syarat kriteria di bawah ini:

1. Hipotesis di Dasarkan pada Teori dan Fakta

Hipotesis merupakan turunan dari teori dan fakta yang di sususn untuk menggambarkan permasalahan terkait. Oleh karena itu, hipotesis di anggap sebagai dugaan sementara atau suatu fenomena permasalahan di lapangan yang di susun searah dengan tujuan penelitian dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi.

2. Hipotesis Harus dinyatakan Secara Jelas

Memiliki salah satu fungsi sebagai pedoman penelitian, hipotesis harulah dinyatakan dengan jelas dengan menggunakan tata bahasa yang singkat, padat, benar dan di nyatakan secara operasional. Dengan begitu, hipotesis akan mudah difahami dan mudah untuk di uji.

Dalam aturan uji hipotesis, menyatakan bahwa hipotesis harus dapat mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pasti baik itu variabel independen maupun variabel dependen. Dengan begitu, akan memudahkan peneliti dalam menentukan metode analisi yang akan digunakan untuk menguji hipotesis.

3. Hipotesis Menyatakan Variasi Nilai 

Syarat ketigam hipotesis harus dapat menyatakan variasi nilai. Artinya hipotesis tersebut secara empiris harus dapat diukur secara empiris. Selain itu, hipotesis juga harus dapat memberikan gambaran mengenai fenomena permasalan yang sedang di kaji oleh peneliti.

Misalnya hipotesis deskriptif, hipotesis tersebut haruslah secara jelas menyatakan kondisi, ukuran, atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya permasalahan lapang. Kemudian hal - hal tersebut dinyatakan kedalam bentuk nilai-nilai yang mempunyai makna agar dapat di uji.

4. Hipotesis Harus Bebas Nilai

Sebagai suatu dugaan sementara yang harus dibuktikan kebenarannya oleh peneliti. Hipotesis harus memiliki nilai yang bebas. Maksudnya adalah nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subyektivitas tidak terbatas oleh suat tempat dan kepentingan di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis. Dengan begitu, hipotesis yang dihasilkan akan dapat merepresentasikan apa yang ada akan diteliti.

5. Hipotesis Harus Dapat Diuji

Syarat terpenting dan paling utama adalah hipotesis harus dapat di uji. Artinya, hipotesis yang disusun oleh penelitian harus dapat di ukur dan di analisis menggunakan alat analisis (dalam penelitian kuantitatif). Oleh karena itu, diperlukan adanya instrumen untuk memberikan batasan - batasan penilaian dalam penelitian melalui penggambaran ukuran yang valid dari variabel yang diliputi.

Apabila terjadi eror dalam pengujian hipotesis, maka diperlukan adanya kembali. Evaluasi hipotesis tergantung pada eksistensi metode - metode yang digunakan untuk mengujinya, baik metode pengamatan, pengumpulan data, analisis data, maupun generalisasi. Dengan begitu, hipotesis yang dihasilkan akan menjadi hipotesis yang baik.

6. Hipotesis Harus Spesifik

Syarat keenam dan juga harus ada pada sebuah hipotesis penelitian adalah hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Artinya tidak ada kerancuan dalam hipotesis yang mengakibatkannya sulit untuk di uji. Hipotesis yang disusun harus spesifik menunjukkan kenyataan dan yang sebenar-benarnya.

Hipotesis juga harus menggambarkan hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah, apakah hubungan positif ataukah negatif, itu perlu dijelaskan dalam hipotesis. Selain hubungan dua arah, hipotesis juga harus dapat menggambarkan hubungan lain seperti hubungan tidak bebas dari waktu, ruang, atau unit analisis yang jelas.

Berkaitan dengan hal itu, teori dalam penelitian menjadi hal penting yang mendasari dalam pembentukan hipotesis. Hal tersebut dikarenakan dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan dalam penelitian.

7. Hipotesis Menyatakan Perbedaan atau Hubungan Variabel

Terkhiar adalah hipotesis harus menunjukkan perbedaan atau hubungan. Dimana, suatu hipotesis dianggap baik dan memuaskan apabila terdapat salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit. Sehingga arah tujuan penelitian akan semakin jelas.


Cara Membuat Hipotesis Penelitian

Cara Membuat Hipotesis Penelitian

Cara menyusun hipotesis atau tahapan penyusunan hipotesis pada umumnya adalah sebagai berikut :

1. Menentukan Masalah Penelitian

Masalah diartikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan. Dalam dunia penlitian, harapan adalah teori - teori yang sudah ada yang pernah ditemukan oleh peneliti terdahulu. Untuk mengetahui adanya sebuah kesenjangan (masalah), maka peneliti harus membandingkan antara kondisi terkini (sesuai topik penelitian) dengan harapan atau teori-teori yang sudah ada.

Dalam menentukan dan merumuskan sebuah masalah penlitian, peneliti haruslah kaya akan fakta informasi dan teori - teori terkait dengan fakta tersebut. Kemudian peneliti dapat membandingkan antara keduanya, apakah terdapat perbedaan atau tidak, jika tidak ada perbedaan atau sesuai harapan maka tidak ada masalah, jika ada perbedaan (baik itu positif atau negatif) maka ada permasalahan yang unik untuk diteliti.

2. Mengumpulkan Teori Penelitian

Sudah seharusnya teori penlitian disusun sebelum perumusan hipotesis. Teori akan menjadi alasan dasar mengapa peneliti menentukan sebuah hipotesis. Teori apa saja yang diperlukan ? tentunya adalah teori yang memiliki keterkaitan langsung dengan topik permasalahan penelitian.

Teori yang digunakan seharunya dapat mendasari alasan mengapa peneliti menggunakan variabel X (misalanya), peneliti memutuskan adanya hubungan positif antara variabel X dan Z (misalnya), peneliti memutuskan analisis A untuk menguji hipotesis (misalnya), dan lain sebagainya. Semua alasan mendasar peneliti dalam membuat keputusan harus didasarkan pada teori.

3. Menyusun Kerangka Penelitan

Kerangka penelitian merupakan kumpulan konsep yang tersusun secara sitematis. Konsep tersebut tentang inti pemasalahan penelitian, variabel apa saja yang ada dalam penelitian, bagaimana hubungan antara variabel, teori apa saja yang digunakan, metode analisis seperti apa yang akan digunakan, solusi seperti apa yang akan di tawarkan dari hasil penelitian.

Dengan memanfaatkan kerangka penelitian tersebut, peneliti akan mudah untuk memahami setiap detail dalam penelitian mulai dari setiap komponen apa saja dalam penelitian, hubungannya, analisisnya, dan seterusnya. Melalui kerangka penelitian peneliti juga dapat menyusun dugaan sementara (hipotesis) dengan cepat karena semua hal dalam penelitian dengan mudah di fahami dalam kerangka tersebut.

4. Menyusun Formulasi Hipotesis

Setelah memahmi konsep dalam penelitian, peneliti seharusnya sudah dapat menentukan jenis hipotesis seperti apa yang akan digukanan (deskriptif, asosiatif, atau komparatif). Karena dengan begitu peniliti akan dengan mudah membuat formilasi hipotesis.

Peneliti diharuskan untuk konsisten dalam menyusun hipotesis. Jumlah hipotesis penlitian ditentukan oleh banyaknya rumusan masalah yang telah dibuatnya. Tidak hanya hipotesis, namun semua komponen dalam laporan penelitian (teori, hipotesis, metode analisis data, pembahasan, dan kesimpulan) jumlahnya harus sama dengan rumusan masalah.

5. Menguji Hipotesis

Pengujian hipotesis ini diartikan sebagai kegiatan mencocokkan hipotesis yang telah dibuat oleh peneliti dengan dengan keadaan yang dapat diamati. Aktifitas yang demikian dalam dunia penelitian disebut verifikasi(pembenaran). Apabila hipotesis terbukti cocok dengan fakta maka disebut konfirmasi. dan apabila sebaliknya, maka diperlukan pembenaran kembali.

Demikian ulasan artikel saya terkait dengan hipotesis. Membuat artikel ini cukup membutuhkan waktu yang lama, tapi semoga bermanfaat untuk kalian semua. Mohon maaf bila ada salah dan terima kasih telah berkunjung
Baca selengkapnya

Sabtu, 02 Mei 2020

Pengertian Variabel Penelitian Adalah : Contoh, Jenis, & Cara Menentukannya

Kegiatan penelitian merupakan aktiftas yang bertujuan untuk menggali informasi atas suatu objek dengan menggunakan metode dan instrumen yang telah ditentukan. Dalam bidang akademisi, aktifitas penelitian sering dilakukan oleh para dosen, mahasiswa, atau mereka yang memang berprofesi sebagai peneliti. Dengan meneliti suatu objek tertentu, kamu akan dapat memahami secara detail dan dan membuat suatu kesimpulan suatu hal yang baru dalam penelitian yang kamu lakukan.

Penelitian diharuskan menggunakan sebuah metode yang akurat dalam menentukan objek penelitian. Metode yang sesuai dan dapat digunakan dalam sebuah penelitian akan menghasilkan informasi yang dapat ditarik sebuah kesimpulan dari hasil penelitian. Dalam sebuah metode penelitian terdapat unsur-unsur penting yang harus dilengkapi sehingga metode yang digunakan efektif dalam menghasilkan informasi. Salah satu unsur tersebut adalah Variabel Penelitian.

Sering dari kita sebegai pelajar mananyakan akan hal itu, semisal terkait dengan Apa yang dimaksud dengan variabel? Apa itu variabel dan jenis jenis variabel? Apa yang dimaksud dengan variabel dalam penelitian? Apa yang dimaksud dengan variabel kuantitatif dan kualitatif? Bagaimana Hubungan antar variabel ? Seperti apa contoh variabel ? .

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjawab semua pertanyaan tentang variabel dengan merangkum berbabagi materi yang kami peroleh dari sumber bacaan favorit saya. berikut adalah ulasan lengkapnya.

Pengertian Variabel Adalah



Secara umum, pengertian variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Misalnya pendapatan karyawan, tinggi tanaman, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. Namun dalam definisi lain dijelaskan bahwa variabel merupakan sebuah konsep yang mempunyai bermacam-macam variasi nilai. konsep merupakan abstraksi yang dibuat secara umum.

Konsep tersebut menggambarkan suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan cara membuat generalisasi terhadap sesuatu yang khas (unik). apabila konsep dibuat dan dihasilkan oleh ilmuwan secara sadar untuk keperluan ilmiah yang khas dan tertentu seperti kepuasan, perilaku, sikap, dan niat, maka konsep tersebut dinamakan konstruk.

Untuk lebih mudah memahami tentang variabel, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : jika ada pertanyaan tentang apa yang akan diteliti, maka hal tersebut telah mengarah kepada variabel penelitian. sehingga jawabannya adalah berkenaan dengan variabel penelitian, sebab variabel penelitian pada dasarnya adalah sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan dianalisis. sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut yang kemudian dapat ditarik kesimpulan.

Dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, variabel penelitian perlu didefinisikan dan dituliskan secara jelas didalam judul penelitian, rumusan masalah, dan juga hipotesis. tujuannya ialah supaya jelas dan tidak terdapat keragu-raguan serta dapat memperjelas arti variabel secara operasional. ada dua cara untuk mendefinisikan variabel penelitian yaitu:
  • Suatu konstruk atau variabel didefinisikan dengan variabel atau konstruk yang lain. Dengan menyatakan kegiatan yang ditimbulkannya atau perilaku yang dihasilkannya atau dengan sifat-sifat yang dapat diimplikasikan. diimplikasikan memiliki arti bahwa untuk dapat mengetahui makna dari sesuatu, maka harus diungkap/ "dibongkar" sehingga makna sebenarnya dapat dipahami.
  • Sesuatu yang dapat dinyatakan secara operasional, yaitu dapat diamati dan diukur. Variabel penelitian harus dapat didefinisikan secara variabel. definisi operasional variabel harus mampu menjelaskan makna variabel yang diteliti sesuai dengan objek penelitian.

Pengertian Variabel Menurut Para Ahli


Dalam dunia penelitian, variabel memiliki definisi dan konsep yang cukup beragam. Perbedaan konsep dan definisi tersebut tergantung dari latar belakang bidang keilmuan seorang ahli dalam mendefinisikan variabel penelitian. Oleh karena itu, penting rasanya bagi kita seorang pelajar, memahami variabel berdasarkan beberapa pendapat ahli. Berikut adalah pendapat mereka:

1. Variabel Menurut F.N Kerlinger

F.N Kerlinger merupakan seseorang yang mencetuskan beberapa teori metode penelitian, dalam buku "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D" yang ditulis oleh pak sugiono, kerlinger mendefinisikan variabel sebagai suatu konsep yang memiliki macam-macam nilai dari suatu konsep yang dapat di rubah. Sehingga konsep tersebut akan mendapatkan titik kesimpulan yang tepat dan terbaik (Sugiyono, 2010).

2. Variabel Menurut Bagja Waluya

Bagja Waluya merupakan seorang tenaga pengajar dan penulis dari universitas pendidikan indonesia. Dalam bukunya yang berjudul "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek", ia mendefinisikan variabel sebagai sebuah Konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap eksperimen yang dilakukan oleh seseorang. Dari eksperimen tersebut akan menghasilkan suatu data yang berguna sebagai bukti otentik suatu penelitian. (Bagja Waluya,2010)

3. Variabel Menurut Freddy Rankuti

Freddy Rankuti merupakan seorang penulisa bidang pemasaran, dalam bukunya yang berjudul "Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis", ia mendefinisikan variabel sebagai suatu konsep yang memiliki nilai bervariasi. Yang mana nilai tersebut dibagi menjadi 4 data yang berbeda. Seperti rasio, skala, ordinal, nominal dan internal. (Freddy Rankuti, 2004)

4. Variabel Menurut Suharsimi Arikunto

Suharsimi Arikunto merupakan seorang tenaga pengajar, peneliti dan penulis, dalam bukuya yang berjudul " Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik", ia mendefinisikan variabel sebagai objek penelitian yang menjadi perhatian pada suatu titik objek penelitian. Yang nantinya akan mendapatkan nilai dari kesimpulan suatu proses. (Suharsimi Arikunto, 2006)

5. Variabel Menurut Moh. Nazir

Moh. Nazir merupakan seorang ahli dibidang marketing dan juga sebagai penulis, dalam bukunya yang berjudul"Metode Penelitian", ia mendefinisikan variabel sebagai suatu konsep yang memiliki bermacam-macam nilai yang nyata. Dalam suatu penelitian yang menghasilkan garis besar dari adanya nilai kualitas dan kuantitas. (Moh. Nazir, 2014)

6. Variabel Menurut Sutrisno Hadi

Sutrisno Hadi merupakan seorang tenaga pengajar di Fakultas Psikologi UGM. Dalam bukunya yang berjudul "Metodologi Research 2" ia mendefinisikan Variabel sebagai variasi dari objek penelitian, seperti tinggi badan manusia yang divariasikan dengan berat badan maupun usia yang dimiliki. Sehingga menghasilkan nilai kuantitatif dari suatu penelitian yang diterapkan secara real atau nyata. (Sutrisno Hadi, 2004)

7. Variabel Menurut Tri Mutiara

Suatu proses yang berjalan dengan baik hingga mendapat perhatian dengan fokus pada pengaruh nilai yang value. Itulah pengertian variabel menurut Tri Mutiara. Yang mengartikan variabel sebagai cara terbaik mendapatkan hasil penelitian.

8. Variabel Menurut Bhisma Murti

Bhisma Murti merupakan tenaga pengajar di Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Dalam bukunya yang berjudul " Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan", ia mendefinisikan variabel sebagai fenomena yang memiliki variasi nilai pada sebuah observasi. Yang mana variasi nilai itu dapat di kukur dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Sehingga menghasilkan data yang benar dan tepat. (Bhisma Murti, 2006)

9. Variabel Menurut Sugiono

Sugiono merupakan seorang peulis buku dan seorang peneliti, dalam bunya yang berjudul "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D" , ia mendefinisikan Variabel sebagai segala sesuatu yang diproses melalui informasi tentang suatu hal dari penelitian untuk dipelajari dan mendapatkan hasil dari penelitian tersebut. Yang mana akan ada kesimpulan dari proses penelitiannya.(Sugiyono, 2010).

10. Variabel Menurut Sugiarto

Sugiarto merupakan seorang tenaga pengajar, penulis, dan peneliti. dalam bukunya yang berjudul "Metode Penelitian Kuantitif II" ia mendefinisikan variabel sebagai suatu karakter yang dapat di observasi dari unit amatan yang merupakan pengenal atau atribut dari anggota kelompok. Maksud dari variabel ini adalah terjadinya proses variasi antara objek satu dengan objek yang lain. Yang mana aturan masing-masing kelompok memiliki perbedaan variasi. (Sugiarto, 2001)

11. Dr Ahmad Watik Pratiknya

Ahmad Watik Pratiknya merupakan seorang tenaga pengajar dan peneliti. Dalam bukunya yang berjudul "Dasar - Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan", ia mendefinisikan variabel sebagai Konsep yang memiliki variabilitas dengan penggambaran suatu abstraksi dari fenomena tertentu. Yang mana konsep tersebut berupa data seperti asal kepemilikan ciri yang bervariasi, inilah yang disebut variabel.

Jenis - Jenis Variabel Penelitian



Penting untuk diketahui bahwa dalam sebuah penelitian terdapat beberapa konsep variabel yang memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Hal tersebut digunakan untuk menggelompokkan data-data yang diperoleh dilapang. Berdasarkan hubungan antar variabel dalam penelitian pada dasarnya terdapat lima jenis variabel penelitian. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1.  Variabel Independen

Pengertian variabale independen adalah variabel yang besar kecil nilainya tidak dipengaruhi oleh variabel dependen. Apabila ada dua variabel yang saling berhubungan, sedangkan bentuk hubungannya adalah bahwa perubahan variabel yang satu mempengaruhi atau menyebabkan perubahan variabel yang lain, maka variabel yang mempengaruhi atau variabel penyebab tersebut merupakan variabel independen.

Variabel ini sering disebut juga sebagai variabel bebas, variabel stimulus, variabel prediktor, dan variabel antecedent. Variabel ini sering dinotosikan dengan huruf X

2. Variabel Dependen

Pengertian variabale dependen adalah variabel yang besar kecil nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Apabila ada dua variabel yang saling berhubungan, sedangkan bentuk hubungannya adalah bahwa perubahan variabel yang satu mempengaruhi atau menyebabkan perubahan variabel lain, maka variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menyebabkan merupakan variabel variabel dependen.

Variabel ini sering disebut juga dengan variabel terikat, variabel tidak bebas, variabel output , variabel kriteria, atau variabel konsekuen. Variabel ini sering dinotosikan dengan huruf Y

3. Variabel Moderator 

Pengertian variabel moderator adalah variabel yang nilainya memperkuat atau memperlemah nilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Variabel ini juga disebut sebagai veraiabel yang berada diantara variable independent dan dependent (Variabel Antara).

4. Variabel Intervening 

Pengertian variabel intervening adalah variabel yang nilainya memiliki beberapa pengaruh pada hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dengan syarat besar kecilnya dua variabel tersebut tidak bisa diamati ataupun diukur. Dan kedua variabel tersebut akan menghasilkan suatu informasi dengan cara logika ataupun analisa lainnya.

5. Variabel Kontrol 

Pengertian variabel kontrol adalah variabel yang nilainya dikendalikan secara konstan sehingga hubungan variabel independen pada variabel dependen tidak berpengaruh pada faktor luar. Dari variabel ini bisa dikatakan bahwa nilai dan hasil variabel kontrol adalah nyata tidak terkait oleh media manapun. Variabel ini sering digunakan pada penelitian yang sifatnya perbandingan/ komparatif.

Hubungan Antara Variabel Penelitian



Tujuan inti dari penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antar variabel. sedangkan data-data yang diperoleh dari lapangan merupakan unsur-unsur yang mencantumkan Apakah variabel-variabel tersebut memiliki hubungan atau tidak. dalam hubungan antar variabel ada beberapa jenis hubungan yang perlu diketahui yaitu:

1.  Hubungan Simetris

Hubungan simetris ini akan terjadi apabila kedua variabel adalah akibat dari suatu faktor yang sama, misalnya meningkatnya minat membaca buku di kalangan masyarakat dengan naiknya jumlah perguruan tinggi, merupakan dua variabel yang tidak saling mempengaruhi, namun diakibatkan oleh faktor yang sama, yaitu meningkatnya kebutuhan pendidikan di tengah masyarakat.

Kedua variabel berkaitan secara fungsional. misalnya hubungan antara dosen dan mahasiswa, hubungan investor dan broker, hubungan dokter dan pasien, dan lain sebagainya. Kedua variable mempunyai hubungan karena kebetulan semata-mata, misalnya secara kebetulan semua mahasiswa berkacamata Gemar Membaca. hubungan antara variabel mahasiswa berkacamata dan Gemar Membaca adalah hubungan simetris.

2. Hubungan Resiprokal

Hubungan resiprokal merupakan hubungan antara dua variabel yang saling timbal balik. maksudnya adalah satu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat terhadap variabel lainnya, Demikian pula sebaliknya. sehingga tidak dapat ditentukan variabel mana yang menjadi penyebab atau variabel mana yang menjadi akibat. dalam suatu  waktu, variabel x mempengaruhi variabel y, dan dalam waktu lain variabel y dapat mempengaruhi variabel x. contoh hubungan timbal balik adalah sebagai berikut:
  • Hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja. motivasi kerja dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan sebaliknya.
  • Penanaman modal (investment) mendatangkan keuntungan dan sebaliknya, di mana keuntungan akan memungkinkan timbulnya penanaman modal.

Berdasarkan contoh-contoh tersebut, variabel terpengaruh pada berubah menjadi variabel pengaruh di waktu lain, Demikian pula sebaliknya.

3. Hubungan Asimetris

Hubungan asimetris adalah hubungan antar variabel, yakni suatu variabel mempengaruhi variabel lain, namun sifatnya tidak timbal balik. pada dasarnya inti pokok analisis sosial terletak pada hubungan asimetris ini. Contoh hubungan asimetris adalah sebagai berikut:
  • Hubungan antara keamanan suatu negara dan penanaman modal asing. keamanan suatu negara akan mempengaruhi tingkat penanaman modal investasi asing di negara tersebut.
  • Gaya kepemimpinan situasional dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan
  • Pemberian kompensasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan
  • Tingkat pendapatan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat dan lain sebagainya

Cara Menentukan Variabel Penelitian dengan Cerdas

Dalam definisi diatas sudah dijelaskan bahwa variabel merupakan apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian atau yang umum disebut dengan konsep. Keberadaannya menjadi sebuah hal yang penting dalam penelitian. Oleh karena itu, dalam menentukan variabel penelitian harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan pedoman metode penlitian. Nah bagaimanakan cara mudah menentukan variabel penelitian ? berikut adalah tahapannya:

1. Tentukan Masalah Penelitian

Sebelum kamu menentukan variabel penelitian, kamu harus faham betul tentang masalah seperti apa yang akan kamu teliti. Ingat bahwa masalah penelitian adalah kesenjangan antara harapan/teori dengan kenyataan atau fakta (Silahkan Pelajari: Masalah Penelitian).

Gambarkan dengan menggunakan deskripsi sederhana kedalam tulisanmu. Jelaskan secara detail apa yang terjadi dan bagaimana seharusnya. Gunakan kalimat yang efektif dan menarik untuk difahami.

Contoh : Pencegahan penyakit covid 19 sudah dilakukan oleh pemerintah, seharunya trend penularan penyakit pun menurun. Namun faktanya, jumlah penderita covid 19 terus meningkat. Kenapa?

2. Identifikasi Faktor atau Unsur yang Berhubungan

Setelah menggambarkan masalah dengan jelas, selanjutnya kamu harus dapat mengidentifikasi apa saja yang menjadi penyebab dan apa saja yang menjadi dampak.

Misal berdasarkan masalah diatas, berdasarkan pemahaman, hal yang menyebabkan adalah tingkat social distancing, fasilitas kesehatan, Kelembaban udara, dan lain sebagainya. Sedangkan dampak adalah peningkatan jumlah penderita covid 19.

Untuk sementara, Kamu dapat menyebut semua hal yang menyebabkan sebagai variabel bebas, dan semua hal dampak sebagai variabel terikat.

3. Cari Penelitian Terdahulu 

Penting bagimu memperkuat literasi dalam peneltian, seperti mencari penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan dengan penelitianmu, dan juga buku - buku teori yang berkaitan dengan apa yang sedang kamu teliti.

Semakin banyak dan relavan literasimu, maka akan semakin bagus dalam menentukan variabel penelitianmu.

4. Konsultasikan dengan Senior

Sudah menjadi sebuah kemafhuman bahwa kebenaran adalah sebuah hal yang absolute diakui oleh banyak kalangan. Jangan memaksakan suatu kebenaran jika itu hanya menurut pribadimu sendiri. Konsultasikan dengan para peneliti yang sudah senior seperti dosen atau tim ahli. 

Persiapkan dirimu untuk menerima kritik dan saran. Karena hal tersebut sangat membangun dalam kebaikan proses penelitianmu di masa yang akan datang.

Kumpulan Contoh Variabel Penelitian



Pada Kesempatan terakhir ini, penulis akan mencoba memberikan beberapa contoh penggunaan variabel dalam sebuah penelitian. berikut adalah contoh penggunaan variabel penelitian:

1.  Contoh Variabel Penelitian Kualitatif

Persepsi Dan Perilaku Petani Terhadap Usahatani Padi Organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember
Variabel Terikat
Usahatani Padi Organik

Variabel Bebas
Persepi Petani, Prilaku Petani

2. Contoh Variabel Penelitian Kuantitatif

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kopi Rakyat Dan Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Rakyat Di Kabupaten Jember
Variabel Terikat
Produksi Kopi Rakyat

Variabel Bebas
Penggunaan pupuk urea, Penggunaan pupuk TSP, Penggunaan pupuk kandang, Penggunaan pestisida, Jumlah pohon, Luas kebun, Penggunaan pupuk KCl, Jumlah tenaga kerja.

3. Contoh Variabel Penelitian Pendidikan

Pengaruh Metode Pembelajaran ( Inkuiri Dan Resitasi ) Dan Gaya Belajar Kognitif Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Peserta Didik Kelas Viii
Variabel Terikat
Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan

Variabel Bebas
Metode Pembelajaran ( Inkuiri Dan Resitasi ) Dan Gaya Belajar Kognitif

4. Contoh Variabel Penelitian Kesehatan

Analisis Faktor Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Hepatitis A di Universitas Jember
Variabel Terikat
Kejadian Hepatitis A

Variabel Bebas
Variabel karakteristik (terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan, fakultas, imunisasi)

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian variabel dan Jenis - Jenis, Contoh, Serta Hubungan antar Variabel yang kami rangkum dari buku bacaan pribadi kami. Semoga bermanfaat untuk pengetahuan anda dan berguna dalam tugas akhir anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung di blog kami.
Baca selengkapnya

Pengertian Metode Penelitian Adalah : Contoh, Macam, Jenis, Ciri - Ciri (LENGKAP)

Karya terbaik dari seorang ilmuan adalah hasil dari penelitian. Penelitian yang baik akan menghasilkan informasi atau temuan yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, bidang penelitian tertentu juga dapat dijadikan sebagai solusi dalam menyelesaikan suatu masalah di lapang. Oleh karena itu, penting untuk menentukan metode penelitian yang tepat sehingga hasil penelitian juga tepat manfaatnya.

Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan metode penelitian itu ? Apa fungsi dan metode penelitian ? Apa saja jenis dari metode penelitian? apa saja macam - macam metode penelitian? dan bagaimana contoh penggunaan metode penelitian dalam sebuah penelitian ?. Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba menjawab seluruh pertanyaan tersebut agar seluruh pembaca memahami secara gamblang semua hal terkait dengan metode penelitian.

Pengertian Metode Penelitian Adalah


Definisi metode penelitian adalah prosedur atau cara yang digunakan dalam proses penelitian yang dipilih sesuai dengan kebutuan peneliti dan kondisi lapang serta diharapkan mampu untuk menghasilkan informasi yang dapat disimpulkan atau di gambarkan pada akhir kegiatan penelitian.

Dengan adanya metode penelitian ini, peneliti akan dapat dengan mudah mengola inforasi atau data yang diperoleh dilapang serta dapat di sajikan kedalam sebuah tulisan dengan jelas. Selain itu, pengamat juga dapat dengan mudah memhami apa dan bagaimana yang dimaksudkan oleh peneliti.

Kondisi lapang yang dimaksud adalah fenomena atau masalah yang muncul (fakta), sehingga membutuhkan adanya salah satu metode penelitian yang dapat menjabarkan atau mengambil keputusan dari fenomena tersebut.

Sedangkan fenomena atau masalah adalah kesenjangan antara teori dengan realita fakta atau kondisi real time yang ada di lapang. Oleh karena itu, fenomena menjadi suatu hal yang penting untuk dikaji dan difahami sebelum peneliti menentukan tujuan dan metode penelitian seperti apa yang akan di gunakan.

Jenis - Jenis Metode Penelitian


Berdasarkan jenis data dan fungsinya metode penelitian dibagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Terkait dengan permsaan serta perbedaan kedua metode tersebut di jelaskan seperti di bawah ini:

1.  Metode Penelitian Kualitatif

Pengertian metode penelitian kualitatif adalah prosedur atau cara yang digunakan dalam proses penelitian dengan menggunakan data yang bersifat kualitatif (tidak dapat diukur dan dihitung) seperti pendapat seseorang, Pengalaman, biografi, gambar, rekaman suara, kunjungan langsung, dan lain sebagainya. Penelitian kualitatif lebih bersifat subjektif, dimana yang di jadikan sebagai objek teliti adalah orang yang melakukannya.

Tujuan utama dari penelitian kualitatif ini adalah mencari dan menggali lebih dalam suatu fenomena unik yang berkembang dalam objek penelitian tersebut. Dengan begitu, peneliti dapat menggambarkan secara detail suatu proses, sebab musabab, alasan, persepsi, minat, dll tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian, beberapa macam metode yang termasuk dalam penelitian kualitatif ini adalah sebagai berikut:
  • Metode penelitian historis
  • Metode penelitian diskriptif
  • Metode penelitian perkembangan
  • Metode penelitian kasu lapang
  • Metode penelitian tindakan

2. Metode Penelitian Kuantitatif

Pengertian metode penelitian kuantitatif adalah prosedur atau cara yang digunakan dalam proses penelitian dengan menggunakan data yang bersifat kuantitatif (dapat diukur dan dapat dihitung) seperti pendapatan seseoran, harga saham, tinggi tanaman, data permintaan dan penawaran, data asset, dan lain sebagainya. Berbeda dengan penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif lebih bersifat objektif, dimana yang di jadikan sebagai objek teliti adalah segala hal yang dapat dimasukkan kedalam variabel penelitian yang tidak bersifat subjektif.

Tujuan utama dari penelitian kuantitatif ini adalah menguji hipotesis yang dibuat oleh peneliti di awal sebelum seorang peneliti melakukan kegiatan penelitian. Dimana, hipotesis adalah dugaan sementara yang pelu di uji kebenarannya melalui kegiatan penelitian. Dengan begitu, peneliti dapat mengambil sebuah kesimpulan berdasarkan hasil penelitianya tentang apakah hipotesis tersebut diterima ataukah ditolah. Kemudian, beberapa macam metode yang termasuk dalam penelitian kuantitatif ini adalah sebagai berikut:
  • Metode penelitan korelasional
  • Metode penelitian kausal komparatif
  • Metode penelitian eksperimental sungguhan
  • Metode penelitian eksperimental semu
Catatan:
Metode penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sedangkan metode penlitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis

Macam - Macam Metode Penelitian


Pada waktu ini bermacam-macam rancangan penelitian telah dikembangkan orang, dan untuk mengikhtisarkan berbagai rancangan tersebut berbagai macam penggolongan telah pula diusulkan. Salah satu cara-cara penggolongan tersebut, yaitu penggolongan berdasarkan atas sifat-sifat masalah itu, berbagai macam rancangan penelitian itu, yaitu penggolongan berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya itu, berbagai macam rancangan penelitian itu dapat digolongkan menjad sembilan macam jenis metode penelitian, yaitu:

1.  Metode Penelitian Sejarah atau Historis 

Pengertian metode penelitian sejarah adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan peneliti untuk membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverivikasi, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Dan juga, penelitian demikian sering berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu dan memerlukan uji hipotesisnya.

Contoh penelitian historis yaitu: Study mengenai praktek “bawon” didaerah pedesaan dijawa tengah, yang bermaksud memahami dasar-dasarnya di waktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu ini; Study ini juga menguji hipotesis bahwa nilai-nilai social tertentu serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan.

Ciri-ciri penelitian historis adalah sebagai berikut.
  1. Penelitian historis lebih tergantung pada data yang diobservasi oleh orang lain dari pada data yang diobservasi oleh peneliti sendiri. 
  2. Berlainan dengan anggapan yang popular, penelitian historis haruslah tertib ketat sistematis dan tuntas.
  3. “Penelitian historis tergantung pada dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara langsung melakukan observasi atau menyaksikan kajian-kajian yang tertulis, sedangkan data skunder diperoleh dengan cara mengkaji literature, data, atau laporan yang sudah ada yang terkait dengan penelitian tersebut. 
  4. Untuk menentukan bobot data, biasa dilakukan dua macam kritik, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. 
  5. Walaupun peneliti historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain untuk rancangan penelitian, namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas, mencari indomasi dari sumber yang lebih luas.

2. Metode Penelitian Deskriptif

Pengertian Metode Penelitian Deskriptif adalah prosedur penelitian yang digunakan peneliti untuk membuat pencandra secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta sifat-sifat atau populasi atau daerah tertentu.

Contoh Metode Penelitian Deskriptif ini diantaranya: Pertama, survey mengenai pendapat umum untuk menilai sikap para pedagang terhadap rencana perubahan pada produk-produk pertanian. Kedua, survei dalam suatu daerah mengenai kebutuhan pupuk bersubsidi pemerintah.

Terdapat beberapa  ciri-ciri dalam penelitian deskriptif yaitu: Pertama, secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian kejadian.

Kedua, tujuan dari penelitian survey adalah untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada, untuk mengidentifikasi masalah atau untuk mendapatkan justifikasi untuk membuat komparasi dan evaluasi, untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang lain.

3. Metode Penelitian Perkembangan

Pengertian Metode Penelitia Perkembangan adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan peneliti untuk menyelidiki pola dan peraturan pertumbuhan dan atau perubahan sebagai fungsi waktu.

Contoh Metode penelitian perkembangan ini yaitu:
  1. Study longitudinal mengenai pertumbuhan yang secara langsung mengukur sifat-sifat dan laju perubahan pada sampel sejumlah anak pada taraf perkembangan yang berbeda. 
  2. Study cross-sectional yang mengukur sifat dan perubahan laju pada jumlah sampel yang terdiri kelompok umur yang mewakili taraf perkembangan yang berbeda-beda.

Ciri-ciri Penelitian Perkembangan atau yang biasa disebut dengan developmental Reasearch ini adalah sebagai berikut.
  • Penelitian perkembangan memusatkan perhatian pada studi mengenai variabel dan perkembangannya selama beberapa bulan atau beberapa tahun. 
  • Masalah sampling dalam study longitudinal adalah kompleks karena terbatasnya subyek yang dapat diikuti dalam waktu yang lama, berbagai faktor yang mempengaruhi partisi dalam longitudinal.
  • Studi-studi cross-sectional biasanya meliputi subyek yang lebih banyak, tetapi mencandra faktor pertumbuhan yang lebih sedikit dari pada studi longitudinal. 
  • Kecenderungan mengandung kelemahan bahwa faktor-faktor yang tak dapat diramalkan mungkin masuk dan modifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjadi tidak sah.

4. Metode Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan

Metode penelitian kasus adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan sutu unit sosial: individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

Contoh metode penelitian kasus dan penelitian lapangan diantaranya yaitu study yang dilakukan piaget mengenai perkembangan kognitif pada anak anak, study secara mendalam mengenai seorang anak  yang mengalami ketidak mampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi.

Ciri-ciri Metode Penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah sebagai berikut
  • Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap   dan terorganisasi mengenai unit tersebut. 
  • Dibanding dengan studi survey yang cenderung untuk meneliti sejumlah kecil variabel pada unit sampel yang besar, studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah sampel yang kecil tetapi mengenai variabel dan kondisi yang besar jumlahnya.

5. Metode Penelitian Korelasional

Tujuan dari penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor yang berkaitan dengan variasi-variasi  pada suatu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Contoh dari penelitian korelasional antara lain: Satu, studi yang mempelajari saling berhubungan antara skor pada test masuk pada perguruan tingan dengnan indeks prestasi. Kedua, studi analisis mengenai beberapa test kepribadian.

Ciri-ciri dari penelitian korelasional yaitu: Pertama, penelitian macam ini cocok dialakukan bila variabel-variable yang diteliti rumit dan atau tidak dapat diteliti dengan metode experimental atau tak dapat dimanipulasikan. Kedua studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel yang saling berhubungan yang hubungannya secara acak dan serentak dalam keadaan relistiknya. Ketiga, apa yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahna saling hubungan dan  bukan ada atay tidak adanya saling hubungan tersebut.

6. Metode Penelitian Kausal Komparatif

Pengertian Metode Penelitian Kausal Komparatif adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara: berdasarkan  atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengna metode eksperimental  yang mengumpulkan data pada waktu kini  dalam kondisi yang dikontrol.

Contoh penelitian kausal komparatif yaitu : Penelitian untuk menentukan ciri-ciri guru yang efektif dengan menggunakan data-data dan beberapa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin.

Ciri-ciri metode penelitian kausal komparatif adalah sebagai berikut:
  • Penelitian bersifat ec post facto, artinya data yang dikumpulkan semua setelah kejadian yang dipersoalkan langsung (lewat). 
  • Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai “dependent Variabels”) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau unntuk mencari sebab-sebab, saling berhubungan dan maknanya.

7. Metode Penelitian Ekspermental Sungguhan

Pengertian metode penelitian eksperimental sungguhan adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenalkan kepada suatu atau lebih kelompok ekspermental satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.

Contoh dari penelitian ekspermental sungguhan adalah penelitian untuk memberi efek pemberian tambahan makanan disekolah kepada murid-murid SD disuatu daerah dengan memperhatikan keadaan sosial ekonomi orang tua atau taraf intelegnsi.

Ciri-ciri penelitian eksperimental sungguhan ada tiga yaitu:
  • Menurut pengaturan variabel variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib-ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan rekomendasi. 
  • Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenai dengan perlakuan eksperimental.
  • Memusatkan usaha pada pengontrolan variansi.

8. Metode Penelitian Eksperimental Semu

Pengertian metode penelitian experimental semu adalah  prosedur penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan experimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk tidak mengontrol dan atau/tidak memanipulasikan semua variabel yang relevan. Peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi-kompromi apa yang ada pada internal validiti dan eksternal validity rancanganny dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Ciri-ciri metode penelitian eksperimental semu adalah:
  • Penelitian eksperimental semu secara khas mengenai keadaan praktis, yang didalamnya adalah tidak mungkin mengontrol semua variabel tersebut. 
  • Perbedaan antara penelitian eksperimental sungguhan dan penelitian eksperimental semu adalah kecil, terutama kalau yang dipergunakan sebagai subyek adalah masnusia, misalnya dalam psikologi. 
  • Walaupun penelitian tindakan dapat memiliki status penelitian tindakan semu, namun sering kali penelitian tersebut sangat tidak formal, sehingga perlu diberi kategori tersendiri.

9. Metode Penelitian Tindakan

Pengertian metode penelitian tindakan adalah prosedur penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memcahkan masalah dengan penerapan langsung didunia kerja atau didunia yang lain.

Contoh dalam penelitian tindakan adalah suatu program inservis training untuk melatih para konselor bekerja dengan anak putus sekolah untuk menyusun progam penjajagan dalam pencegahan kecelakaan pada pendidikan pengemudi, untuk memcahkan masalah apatisme dalam penggunaan teknologi modern atau metode menanam padi yang inovatif.

Ciri-ciri metode penelitian tidakan ini yaitu:
  • Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja. 
  • Menyediakan angka kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan-perkembangan baru, dan lebih baik dari cara pendekatan impersionistik dan fragmentaris. 
  • Fleksibel dan adapti, membolehkan perubahan-perubahan selama masa penelitiaanya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on the spot experimentation dan inovasi.
  • Walaupun berusaha sistematis, namun penelitian tindakan kekurangan ketertiban ilmiah, karenanya validitas internal dan eksternalnya adalah lemah.

Kumpulan Contoh Metodologi Penelitian Karya Ilmiyah


Pada bagian ini penulis akan memberikan beberapa contoh penggunaan metode penelitian yang sesuai dengan beberapa topik dan jenis penelitiannya. Kami mengumpulkannya dari beberapa repository universiter di indonesia dengan harapan dapat memberikan gambaran jelas kepada para pembaca semua tentang bagaimana menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan masalah peneliti. Berikut adalah contoh - contoh metode penelitian:

1.  Contoh Metode Penelitian Kualitatif

Motivasi Kerja Guru Tidak Tetap Di Berbagai Sma Swasta Di Kota Semarang

Fenomena Atau Masalah
Guru Tidak Tetap tersebut termotivasi untuk menekuniprofesinya, walaupun imbalan yang diterima oleh para pegawai tidak tetaptersebut tidak sesuai yang diharapkan.

Rumusan Masalah
  1. Apa motivasi kerja para Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengajar diSMA Swasta di Kota Semarang?
  2. Bagaimana kondisi GTT yang ada di SMA Swasta di KotaSemarang? 

Metode Penelitian
Metode penelitian kualitatif, Deksriptif, yang berguna dalam proses menjelaskan alasan atau motivisi guru tetep mempertahankan profesi walau dengan imbalan yang minim.

2. Contoh Metode Penelitian Kuantitatif

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kedelai Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

Fenomena
Besarnya harga yang bersaing ini tidak menyurutkan minta para petani untuk tetap menghasilkan kedelai dengan kualitas yang tinggi

Rumusan Masalah
  1. Bagaimana pengaruh jumlah produksi terhadap pendapatan petani kedelai di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?
  2. Bagaimana pengaruh Modal terhadap pendapatan petani kedelai di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?
  3. Bagaimana pengaruh Tenaga Kerja terhadap pendapatan petani kedelai di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?
  4. Bagaimana pengaruh Harga terhadap pendapatan petani kedelai di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan secara sistematis, aktual dan akurat mengenai suatu objek yang diteliti melalui pengujian - penguhian hipotesis.

3. Contoh Metode Penelitian Makalah

Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran Ipa Kelas Vb Sd Negeri Tambakrejo Kabupaten Purworejo

Fenomena
Berdasarkan observasi kelas yang dilakukan sebelum pengajuan judul skripsi ini, diketahui bahwa sebagian besar siswa di kelas VB SD Negeri Tambakrejo, Purworejo mempunyai sejumlah permasalahan belajar, khususnya dalam mata pelajaran IPA. Permasalahan kedua yang ditemukan adalah motivasi belajar siswa yang rendah

Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran IPA siswa kelas VB SD Negeri Tambakrejo, Kabupaten Purworejo?

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penlitian kualitatif, tindakan atau umum disebut dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dimana PTK ini merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama

4. Contoh Metode Penelitian Deskriptif

Analisis Kelayakan Finansial Dan Pemasaran Kakao Di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran

Fenomena
Pentingnya kakao sebagai salah satu komoditi ekspor yang merupakan salah satu penghasil devisa dan Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran sebagai salah satu daerah sentra penghasil kakao.

Rumusan Masalah
  1. Apakah usaha perkebunan kakao di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran merupakan suatu usaha yang layak secara finansial untuk dilaksanakan? 
  2. Bagaimana tingkat sensitivitas dan pengaruh perubahan biaya produksi, harga jual kakao, dan jumlah produksi terhadap NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, dan Payback Period pada usaha perkebunan kakao di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran?
  3. Apakah pemasaran kakao di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran telah efisien?

Metode Penelitian
Metode penlitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, deskriptif untu membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifatsifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

5. Contoh Metode Penelitian Sejarah

Sejarah Perkembangan Yayasan Al-Ashar Di Rungkut Kidul Surabaya (1981-2016)

Fenomena
Yayasan Al-Ashar merupakan yayasan yang bergerak pada bidang pendidikan islam, sosial, keagamaan dan keterampilan, yang didirikan oleh Bpk. H. Hilmy Nuchalawani (Alm). Adanya yayasan tersebut cukup membantu dalam peningkatkan pengetahuan keagamaan, ekonomi, sosial masyarakat sekita menjadi lebih mapan dan memiliki ilmu agama yang baik.

Rumusan Masalah
  1. Bagaimana sejarah berdirinya yayasan Al-Ashar?
  2. Bagaimana perkembangan yayasan Al-ashar?
  3. Apa kontribusi yayasan Al-ashar terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat?

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penlitian kualitatif historis (sejarah yang terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), verifikasi atau kritik sumber (yang terdiri dari kritik ektern dan intern), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan sejarah).

Demikian ulasan artikel kali ini dengan topik metode penelitian yang kami rangkum dari berbagai sumberbacaan pribadi serta opini pribadi saya. Semoga dapat dijadikan refresinsi tugas akhir anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih sudah berkunjung.
Baca selengkapnya